Kearifan yang terkoyak

Dalam sejarah Jawa, rakyat menyembah Dewa, Ratu dan juga Gusti Allah. Mereka sangat patuh, tawaduq dan  ikhlas. 

Masyarakat saat itu sedikit yang memburu harta. 

Para pemburu harta dengan cara yang tidak benar disebut begal, kecu, maling atau rampok.
Sekarang hampir semua lapisan masyarakat memburu harta dengan menghalalkan segala macam cara, hanya demi kepentingan individu.

Banyak yang bicara dan membicarakan “KEARIFAN”. Tetapi yang ada hanya kearifan “SEMU”. 

Apakah ini sejarah dan era baru para maling? 


Maka arwah para pahlawan malu dan menangis tersedu melihat perilaku manusia jaman sekarang,terutama perilaku para pemimpin. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s